MTSN 1 Tenggarong Terima Bantuan 750 Kartu Perdana Plus Kuota
(Sapini, Kepala MTSN 1 Tenggarong)
TENGGARONG, MTSN 1 Tenggarong telah menerima
bantuan kartu perdana plus kuota, yang kemudian diberikan ke para siswa dan para guru guna
menunjang kegiatan belajar mengajar selama masa pandemi Covid-19.
“Jumlah kartu perdana plus kuota yang
diterima sebanyak 750 kartu yang akan diberikan kepada siswa dan sebagian guru, paket data tersebut
bantuan dari pemerintah untuk Kegiatan Belajar Mengajar ditebgah Pandemi Covid-19.”
Kata Kepala MTSN 1 Tenggarong Sapini, Jumat (23/10/2020).
Ia mengatakan, pemberian bantuan kartu
perdana plus kuota diberikan untuk siswa sebanyak 698, untuk sisanya sebanyak
52 paket data, dimana paket data tersebut akan diberikan kepada guru pengajar.
“Sekolah kami mendapatkan bantuan tersebut
sejak Kamis 22 Oktober 2020, Alhamdulillah seluruh siswa sebanyak 698 telah
mendapatkan semua,namun sebagian siswa masih ada yang belum mengambil kartu
paket data tersebut, siswa masing masing mendapatkan satu kartu paket data yang berisi sebanyak 60 Gb sampai batas waktu
4 bulan kedepan. Untuk guru hanya mendapatkan sisa sebanyanyak 52 kartu paket
data yang berisi 60 Gb dan masing masing satu juga”paparnya.
Ia menambahkan program tersebut dari Dinas
Pendidikan, bukan dari Kementerian Agama, namun program dari Kementeria Agama
belum bisa tersalurkan, kemungkinan
pekan depan sudah bisa tersalurkan ke Hp
siswa.
“Untuk saat ini yang bisa kami berikan kepada
siswa kami yaitu berupa kartu paket data dari program pemerintah Dinas
Pendidikan, untuk dari program Kementerian Agama ada juga,”katanya.
Sebelumnya siswa dan guru sudah di data
namanya beserta nomor Hp nya, supaya nanti bisa langsung masuk ke nomor nomor
yang telah di data di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), kemungkinan yang dari
Kementerian Agama pekan depan bisa masuk ke HP siswa.
“Harapannya dengan 2 program bantuan tersebut
siswa bisa manfaatkan dengan baik, bukan untuk main game, dan kami harap orang
tua siswa juga ikut ngontrol dalam proses pembelajaran maupun keadaan anak di
rumah, jangan anak anak dibiarkan buat bermain game online saja”tuturnya.(*riz/poskotakaltimnews.com)